Senin, 14 Desember 2009

Do'a Yang Terijabah

Kurang lebih setahun yang lalu, ketika kami hendak berangkat haji ada telpon dari Bulik. Seperti halnya saudara yang lain, Bulik ingin mengucapkan selamat jalan sambil berdo'a agar perjalanan kami lancar dan kami menjadi haji yang mabrur. Namun di ujung pembicaraan dengan sedikit terisak bulik mohon dido'akan agar putri bungsunya atau adik sepupu kami dapat kembali menjadi seorang muslimah. Ya.. kami memang pernah mendengar kabar kalau adik kami memutuskan untuk mengikuti keimanan laki-laki yang dicintainya. Kami sedih waktu itu mendengar kabar tersebut dan terus terang tidak tahu apa yang harus kami lakukan karena kami sendiri juga jarang berkomunikasi dengannya.

Permintaan doa bulik adalah permintaan tulus dari seorang ibu yang sangat mencintai putrinya. Sungguh bukti kasih Ibu tidak pernah akan pudar, apapun kejadiaannya. Kamipun berjanji kepada bulik untuk berdoa bagi adik kami. Dan alhamdulillah kamipun pada suatu kesempatan memohon kepada Allah SWT ditempat yang sangat mulia di tanah suci, kiranya Alloh berkenan mengembalikan keimanan adik kami.
Sudah setahun lewat, karena memang sudah memasuki musim haji lagi. Ingatan kami akan telpon bulik setahun yang lalu tiba-tiba ter-refresh. Tadi pagi kami mendengar kabar yang sangat mengharukan. Ibu mengabari bahwa adik sepupu kami akan segera mengucapkan kalimat syahadat kembali. Dia sudah berpisah dengan lelaki yang membawanya pindah keimanan. Seorang pemuda beriman telah dikirim Alloh untuk membantunya mengenal kembali jalan yang lurus. Subhanalloh .. Alhamdulillah .. itu yang bisa kami ucapkan mendengar kabar itu. Adik kamu kembali kepada keimanannya sebagai seorang muslimah. Tak terasa air mata mengalir.. betapa Alllah SWT masih menyayangi adik kami. subhanalloh.. alhamdulillah. Allahu Akbar...